Tingkatkan Kepedulian Protokol Pencegahan COVID-19 Melalui Gerakan Pramuka

Hari ini, Jum’at 14 Agustus 2020 merupakan ulang tahun ke-59 Praja Muda Karana (Pramuka). Gerakan kepanduan di Indonesia yang dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi ini sebenarnya sudah ada sebelum Indonesia Merdeka.

Pada masa itu gerakan kepanduan dibawa oleh Belanda dan hanya berlaku untuk orang Belanda. Kendati demikian, para pemimpin gerakan politik di Indonesia melihat banyaknya dampak positif dari gerakan kepanduan ini, salah satunya sebagai wadah pengkaderan. Hingga muncullah berbagai organisasi kepanduan di Indonesia.

Pramuka SMK At-Thoat Toroh / dok. 2019

Akhirnya setelah Indonesia merdeka, tercatat ada 71 organisasi kepanduan. Mengetahui perkembangan tersebut, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno membuat konsep untuk menyatukan berbagai organisasi kepanduan yang ada, hingga tercetuslah Gerakan Pramuka (Praja Muda Karana).

Selama 59 tahun, kiprah pramuka dalam mengisi kemerdekaan Indonesia tak perlu diragukan lagi. Pada perayaan hari jadinya yang ke-59 ini, pramuka mengusung tema Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana COVID-19 dan Bela Negara.

Tema ini sehaluan dengan usaha yang dilakukan Kwartir Nasional (Kwarnas) melalui pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 dan upaya menggerakkan Pramuka Peduli di seluruh kwartir, untuk membantu pemerintah daerah (pemda) dalam mengendalikan wabah, sekaligus membantu warga yang terdampak.

Menurut Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso, sebagaimana dikutip dari antaranews, Rabu (12/8/2020), mengatakan bahwa tema Hari Pramuka yang menunjukkan kepedulian terhadap penanganan COVID-19, merupakan wujud semangat dalam membantu penanggulangan bencana akibat wabah COVID-19.

Semoga seluruh anggota pramuka yang bertugas melaksanakan gerakan peduli penanganan COVID-19 selalu diberikan kesehatan dan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dirgahayu Pramuka ke-59. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Lihat kegiatan Pramuka SMK At-Thoat Toroh di sini