Peringatan Hari Bela Negara Ke-71 Di SMK At-Thoat

Tanggal 19 Desember merupakan salah satu hari besar Negara Indonesia. Hal ini tertuang dalam Keppres No. 28 Tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hari besar tersebut bernama Hari Bela Negara. Seluruh komponen masyarakat Indonesia memperingati Hari Bela Negara dengan menggelar upacara bendera, tak terkecuali SMK At-Thoat.

Tepat pukul 07.00 pagi, SMK At-Thoat menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara di lapangan SMK At-Thoat. Selain para guru dan karyawan, siswa-siswi SMK At-Thoat juga turut merapatkan barisan pada peringatan Hari Bela Negara tahun ini.

Upacara Hari Bela Negara 2019 di lapangan SMK At-Thoat

Bapak Nurzaky Darojat, S.Pd. selaku pembina upacara mengajak para peserta upacara, untuk selalu mencintai negara Indonesia berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Hal ini merupakan salah satu wujud bela negara, demi mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Bapak Zaky juga menegaskan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh dengan berbagai hasutan, serta provokasi negatif yang merebak di dunia maya, yang berusaha menjauhkan diri atas kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

Bapak Nurzaky Darojat, S.Pd. selaku pembina upacara

Sejarah Hari Bela Negara

Dengan berapi-api, Bapak Zaky menguraikan asal muasal peringatan Hari Bela Negara. Diawali dengan perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pada waktu itu sudah merdeka, namun masih diusik oleh Belanda.

Puncaknya, Belanda melancarkan agresi militer ke II di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948. Pada saat itu Yogyakarta merupakan ibukota Indonesia.

Demi menjaga keutahan NKRI, Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat.

Kegigihan PDRI memperjuangkan keutuhan Indonesia pun berhasil. Hal ini ditandai dengan banyaknya dukungan dunia internasional terhadap Indonesia.

Sebaliknya, Belanda mandapat banyak kecaman dari dunia internasional. Situasi ini membuat serangan Belanda surut dan memutuskan untuk diadakan suatu perundingan.

Peristiwa heroik inilah yang menjadi tonggak sejarah dikukuhkannya tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara.

Dan sebelum upacara peringatan Hari Bela Negara di SMK At-Thoat ditutup. Bapak Zaky kembali menegaskan untuk selalu mencintai tanah air Indonesia. Sebab di sinilah tempat kita tinggal, belajar dan memperjuangkan kehidupan.