SMK At-Thoat Toroh Kerahkan Belasan Relawan Ke Desa Cingkrong

Hujan yang mengguyur Kabupaten Grobogan sejak minggu lalu, mengakibatkan banjir pada berbagai desa di Grobogan. Salah satu desa yang terendam banjir adalah Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Desa Cingkrong merupakan desa terparah yang terendam banjir. Dilansir dari Muria News (17/3/2022), terdapat 1700an rumah dan 4 sekolah di Cingkrong terendam banjir.

Selain curah hujan yang tinggi, banjir di Desa Cingkrong juga disebabkan oleh meluapnya Sungai Serang. Meski hari ini (17/3/2022) banjir telah surut, namun SD N 4 Cingkrong masih terendam banjir antara 5 cm hingga 30 cm.

Menanggapi hal ini, Bapak Dodi Setiawan, S.Pd. selaku Kepala SMK At-Thoat Toroh mengerahkan belasan siswa-siswinya untuk membantu meringankan beban warga Desa Cingkrong. Belasan siswa-siswi ini tergabung dalam Relawan Pangkalan SMK At-Thoat Toroh. Adapun nama siswa-siswa tersebut antara lain :

  1. Ayu Dwi Rahmawati
  2. Artika Mu’syaroh
  3. Fariha Cintya Putri
  4. Karunia Farahdini
  5. Nabila Canda Kenzabita
  6. Nurlita Widiya P
  7. Kukuh Achmad Ansori
  8. Sabrina Pasha
  9. Sekar Nisirina Arih
  10. Shiva Aminatul Khafidhah
  11. Umi Raestyawati
Relawan SMK At-Thoat Toroh / Foto: Dok. pribadi

Relawan SMK At-Thoat Toroh bahu membahu membersihkan lumpur pasca banjir di Cingkrong. Bersama dengan petugas, relawan SMK At-Thoat Toroh membersihkan sekolah yang terdampak banjir agar segera bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Relawan SMK At-Thoat Toroh membersihkan lumpur di sekolah yang terdampak banjir / Foto: Dok. pribadi

“Saya selalu memacu anak-anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar, saling membantu sesama, terlebih kepada saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana seperti di Desa Cingkrong ini. Meski upaya yang kami berikan tak seberapa, kami berharap dapat membantu meringankan beban warga Desa Cingkrong yang terdampak banjir”, ungkap Dika Risti Nuryani , S.Pd. selaku Pendamping Pangkalan SMK At-Thoat Toroh.

Dilansir dari Muria News (17/3/2022), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melalui Kasi Kedaruratan, Masrikan, memaparkan bahwa cuaca ekstrim yang mengakibatkan hujan deras dan angin berpotensi masih berlangsung hingga akhir bulan, maka dari itu warga diminta untuk selalu waspada.